MENGGAPAI HENING, MEMETIK SEHAT
- In: feature
- Published Date
- By Adi Baskoro
- Hits: 156
Nuansa ketenangan, kedamaian, dan kesehatan tersedia di alam. Kita dapat meraup kesehatan dari sana. Lewat meditasi, kita masuk ke alam itu.
Musik bernuansa India mulai mengalun. Detik demi detik pun melaju. Peserta meditasi terlarut dalam alam keheningan. Sekiranya 20 orang duduk melingkar dengan posisi bersila. Tangan mereka salilng menggenggam. "Tenang, rileks, santai." Kata-kata itu seringkali muncul di tengah kedamaian Ruang Teratai Wisma Gadjah Mada, Yogyakarta, dari sang instruktur, Agung Winantu Raharja.
Lalu, para peserta meditasi diminta duduk saling berjauhan. "Kita akan bernafas seperti kelinci menggunakan napas dada," tutur Agung, alumnus Psikologi UGM. Mulut dibuka sedikit. Ujung lidah dijulurkan. Dan, dua menit berlalu. Alunan musik pengiring, yang didominasi bunyi kendang India, makin keras dan cepat. Bunyi kendang itu terdengar menggebu-gebu.
Tiba-tiba, pada tangan dan kaki terasa getaran-getaran, seperti dilanda kesemutan nan dasyat. Tangan terasa tertekuk-tekuk. Percikan energi seperti keluar dari kaki dan tangan. Emosi coba ditarik dengan membayangkan amarah yang mengendap. Serentak para peserta meditasi berteriak: "Haa!!!""
Suara gemuruh memadati ruang. Ada peserta yang memukul-mukul lantai. Lantunan musik, yang tadinya keras, sdikit demi sedikit melambat. Nafas kembali diatur. Posisi peserta kini berubah dalam keadaan terbaring. Keadaan rileks tubuh tetap dipertahankan. Suasana kembali hening. Musik masih menemani peserta meditasi.
Latihan meditasi itu kemudaian diakhiri dengan "tarian kegembiraan". Serasa tarian itu telah melibas emosi dan amarah, yang sedari tadi mengendap di alam bawah sadar peserta meditasi.
Itulah meditasi ala Anand Krishna, yang termasuk dalam Paket Manajemen Stress. Selain itu, ditawarkan pula Palet Neo Zen Reiki. Keduanya merupakan paket terapi kesehatan jasmani dan rohani. Tawaran paket seharga Rp100.000 itu cukup menarik Cahyadi. Mahasiswa Arsitektur Universitas Atmajaya, Yogyakarta, ini mengaku sembuh dari sejumlah kebiasaan burukunya. "Manfaat kesehatan dan memahami persamaan kemanusiaan bisa saya dapat," ungkap bekas perokok berat ini. Berawal dari ketertarikan pada buku-buku Anand Krishna, ia menekuni dunia meditasi ala Anand.
Pengalaman Cahyadi adalah satu contoh bahwa meditasi bukan hanya milik biksu atau kaum sufi. Meditasi ternyata bisa dilakukan siapa saja. Di Padepokan Meditasi Anand Ashram, milik meditator Anand Krishna, misalnya, pesertanya terdiri dari beragam profesi: tukang kebun, pengacara, dokter, hingga eksekutif. Sekitar 20.000 orang pernah bergabung di dalamnya. Anand Krishna sendiri berpendapat," Setiap orang harus berdaya diri dengan sikap hidup meditatif."
Tahun 1970-an, meditasi menjadi tren di dunia Barat, terutama di kalangan Flower Generation. Transcendental Meditation, yang diperkenalkan oleh Maharish Mahesh Yogi, cukup laris kala itu. Sekat-sekat agama bisa diterobos melalui cara meditasi ini. John Lenon dan Yoko Ono pun pernah melakukan meditasi bersama Maharishi.
Jauh sebelum itu, di Yogyakarta telah berdiri SUBUD pada 1947, yang juga menawarkan pola hidup meditatif. Gerakan spiritual ini memarak lagi pada 1998, seiring ramainya penyelenggaraan seminar-seminar penyembuhan alternatif di pelbagai tempat, terutama di hotel-hotel.
Salah satu tokoh meditasi yang memopulerkan gerakan ini ialah Anand Krishna. Tak kurang 33 buku tentang spiritualitas , separuh diantaranya tentang meditasi yang berkait dengan kesehatan, telah ditulis Anand. Selain itu, sejak 1992 ia mengelola Padepokan Meditasi Anand Ashram, berlokasi di daerah Perumahan Sunter Mas, Jakarta Utara.
Di beberapa daerah seperti Bali, Cirebon, serta Yogyakarta pun telah terdapat sentra-sentra latihan meditasi ala Anand Krishna. Namun, padepokan-padepokan ini tak mau disebut "cabangnya" Anand Ashram. "Kami ini mandiri, terlepas dari Pak Anand, " tegas Agung. Padepokan meditasi sejenis misalnya Yayasan Studi Spiritualitas Brahma Kumaris di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta.
Sementara itu, di Pulau Dewata nama Merta Ada dan Prof. Dr. dr Luh Ketut Suryani cukup tersohor. Merta Ada memimpin padepokan Bali Usada Meditasi, dan Luh Ketut Suryani adalah psikiater sekaligus dosen kedokteran Universitas Udayana. Mereka kerap menggelar seminar dan penyembuhan relaksasi meditasi.
____
Gaya hidup sehat, sebenarnya, bisa kita tiru dari para biksu. Sutikyanto B Sasana Bodhi, umpamanya, rajin bermeditasi tiap pagi dan sore hari. Selama meditasi, ia memfokuskan pikirannya pada anggota tubuh yang sakit. Dampaknya, pengajar agama Budha di UGM itu mengaku jarang terkena penyakit berat. "Paling-paling, ya, kena flu karena kecapaian," ucapnya ramah. Menurutnya, pikiran bisa mengendalikan bagian tubuh yang sakit. Dengan metode ini ia bisa mendengar aliran darah dan denyut nadi di kaki.
Meditasi yang dilakukan Sutikyanto hanyalah satu cara. Masih banyak ragam aliran dan metode meditasi. Contohnya, meditasi Budha mengenal dua jenis metode. Pertama, Samatha Bhavana, untuk kesehatan badan dan jiwa: stres dan frustasi. Teknik ini sangat berguna bagi ketenangan batin. Kedua, Vipassana, untuk membersihkan kekotoran batin. Dengan teknik ini diharapkan pelakunya memperoleh kebijaksanaan dan pandagan yang terang.
Sedangkan Yoga, satu teknik yang sudah amat terkenal, juga memiliki beberpa aliran: Yoga Kundalini dan Yoga Assanas. Untuk terapi seks, misalnya, Yoga Kundalini-lah yang tercocok. Sementara Yoga Assanas lebih memanfaatkan pada kesehatan secara umum.
Akan berbeda lagi bila dilihat dari cara melakukannya. Anand Krishna menolak anggapan bahwa konsentrasi adalah inti meditasi. Dalam buku Seni Memberdayakan Diri Meditasi (1999), disebutkan bahwa konsentrasi cuma anak tangga menuju meditasi. Sedangkan Luh Ketut Suryani, justru mengartikan meditasi sebagai pemusatan perhatian yang dilakukan secara sadar.
Meditasi memang bisa dilakukan dengan cara dan keyakinan apapun. Yang jelas, dampaknya sungguh baik untuk kesehatan jiwa maupun raga. Jothidammo Thera, biksu dari Shangha Theravada, Candi mendut, berpendapat, "Dengan memperhatikan keluar masuknya nafas selama 20 menit akan diperoleh keadaan tubuh yang sangat rileks dan tenang." Latihannya pun cukup sederhana: berawal dari relaksasi saraf dan otot.
Secara ilmiah, seperti yang dijelaskan Prof, Dr. Soeripto, ahli patologi Fak. Kedokteran UGM, keadaan rileks ini terjadi karena otak mengeluarkan hormon melatonin saat bermeditasi. "Hormon inilah yang berfungsi untuk merilekskan syaraf dan otot," ungkap Soeripto.
Dalam makalahnya berjudul "Kesehatan dan Meditasi", Soeripto menulis, kemampuan otak untuk mengeluarkan substansi kimiawi—yang bekerja identik dengan obat penenang—akan bertambah besar saat orang bermeditasi. Sebenarnya, kita bisa memasukkan zat semacam hormon melatonin itu dari luar. Hal inilah yang dilakukan oleh para pecandu narkoba.
Meditasi terbukti tak hanya berpengaruh pada kerja hormonal tubuh, tapi juga pada darah. Soeripto menyebutkan bahwa catecholamine dalam darahakan berkurang bila meditasi berhasil dilakukan. Catecholamine berkaitan dengan hormon adrenalin dan nonadrenalin. Catecholamine inilah yang membuat orang lebih tenang, denyut jantungnya lebih lambat, dan tekanan darah stabil.
Sebetulnya, upaya penelitian medis terhadap meditasi sudah cukup lama. Pada 1978, seorang ilmuwan India Dr. K.N. Udupa, pernah meneliti Yoga. Hasilnya ia tulis dalam buku Disorders of Stress and Their Management by Yoga. Udupa mencoba membuktikan bahwa penyakit-penyakit seperti hipertensi, ginjal, atau jantung bisa disembuhkan melalui Yoga. Untuk membuktikannya, Udupa menggunakan analisa ilmiah kedokteran. (Baca: "Mengilmiahkan Meditasi").
Sementara itu, dalam buku Dasar-dasar Respons Relaksasi (2000), Herbert Benson dan William Proctor, dua orang ahli medis dari Havard University AS, menunjukkan bahwa mantra-mantra atau zikir dalam Islam pun ternyata memiliki efek penyembuhan berbagai penyakit, khususnya hipertensi dan jantung. Pada 1998, Luh Ketut Suryani pernah pula meneliti dampak meditasi bagi penderita diabetes militus. Beserta tim peneliti Udayana dan RSUP Sanglah, diperlihatkan bahwa meditasi bisa menyembuhkan penderita diabetes tanpa tergantung ada insulin. Meditasi relaksasi ini membantu penderita mencapai homeostatis atau keseimbangan. Regulasi tubh yaitu syaraf otonom, endokrin, dan daya tahan tubuh dapat berfungsi secara maksimal. Kondisi inilah yang membawa dampak penyembuhan.
____
Pengaruh positif meditasi bagi kesehatan memang banyak. Tapi, bagaimana bila meditasi juga mengandung efek negatif? "Disinilah pentingnya peran pengawas,"ujar Jothidammo Therra. Pengawas harus betul-betul mengetahui keadaan peserta meditasi. Jangan sampai ia menyimpang jauh dari tujuan. Misalnya, masuk "ke alam lain". J.E Prawitasari, psikolog UGM yang kerap memberikan terapi relaksasi, mencontohkan pengalaman seorang kliennya. "Kala itu, ia sedang melakukan relaksasi dengan mendengarkan instruksi dari kaset yang saya berikan. Tetapi, suaminya, yang tak sengaja ikut mendengarkan, malahan yang trance".
Terapi penyembuhan dengan relaksasi meditasi kian merebak. Bagaimana dengan nasib terapi kedokteran? Akankah ia terancam? Menurut Prawitasari dan Soeripto, terapi kedokteran masih tetap dibutuhkan. "Orang dalam keadaan depresi yang sudah psikotik tak bisa disembuhkan dengan meditasi. Mereka harus diatasi dengan meditasi. Mereka harus diatasi dengan obat-obatan psikotropika," papar Prawitasari. Soeripto pun menegaskan, tak semua penyakit bisa disembuhkan dengan meditasi, seperti kanker dan AIDS.
Tampaknya, upaya-upaya pembuktian ilmiah akan menghapus anggapan umum tentang meditasi, yang dulunya diidentikkan dengan "dunia klenik". Dunia kedokteran di Barat telah mengembangkan pengobatan medis berterapi meditatif. "Dunia kedokteran Indonesia, sementara ini, belum mengakuinya karena bukti-bukti belum terkumpul, " ujar Soeripto. Jadi, inilah tantangan bagi kedunia kedokteran di Indonesia. Masalahnya, meneliti hal-hal spiritual secara ilmiah memang tak gampang.
ADI BASKORO
(reportase Bekti Dwi Andari & Rio Hutagaol)
Termuat di rubrik Kesehatan Majalah Balairung Edisi 32/TH.XV/ 2000


